Tampilkan postingan dengan label Home Town and Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Home Town and Me. Tampilkan semua postingan

Mari Menjelajah (Kediri?? part II)

Menindaklanjuti postingan sebelumnya tentang Kediri, postingan kali ini aku akan mengajak kalian menjelajah. Ya. Menjelajah Kota Kediri.

Oiya, untuk mempermudah perjalanan, kita naik motor aja ya.. hehe.. Jangan lupa bawa kamera buat foto-foto. Dan yang paling penting, bawa duit!! :D

Ayo kita mulai...!!
Perjalanan dimulai dari gapura selamat datang Kota Kediri sebelah timur.

Kita sekarang ada di Jalan A. Yani. Lurus aja ke selatan. Di sepanjang kiri jalan ada markasnya tentara, Yonif 521. Kalo kanan jalan rumah2 penduduk. Eits, ada ada perempatan! Lurus aja. Ntar gak jauh, ada pertigaan. Woi! Itu lampunya merah!! Makanya jangan meleng. Kalopun mau nerobos lampu merah hati2, soalnya ada pos polisi di sebelah kiri. ^^v OK, lampunya udah ijo. Tariiikk, Mang!! Lurus. Belok kanan disemprit polisi. Jalanan ini masih Jalan A. Yani. Kiri jalan ada deretan kios yang jual buah-buahan. Semua jenis buah ada, asalkan bukan buah hati dan buah bibir. Di antara kios-kios buah ada pintu gerbang taman rekreasi kecil gitu deh. Taman ini udah ada dari jaman kerajaan haha.. bercanda.. soalnya pintu masuknya kayak candi. Taman rekreasi ini namanya Pagora. Isinya kolam renang, panggung hiburan (biasanya dangdutan..^^"), permainan anak-anak, dll. Tepat di depan Pagora ada tempat khusus untuk berenang, namanya Tirtoyoso. Nah, di samping kiri Tirtoyoso ini ada kandangnya Macan. Yap! Kandangnya Macan Putih alias Persik. Nama kandangnya Stadion Brawijaya. Yang suka sepakbola pasti tau stadion yang satu ini.

Emang sih, dari luar keliatan gk terawat, tapi bagian dalemnya memadai kok. Di bagian luar stadion berjejer toko-toko. Mulai dari makanan, atribut Persik, sampai pengobatan India ada di situ. Pas di pojokan stadion ada monumen macan putih. Kalo malem-malem banyak orang pada ngumpul di situ. Ada odong-odongnya segala. Hahaha. Lanjut ya. Dari stadion ini ada pertigaan dan kita belok kanan. Sekarang kita memasuki Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa. Jalannya lumayan panjang. Di kanan dan kiri standar lah, rumah, toko, dan kantor. Lurus aja ntar ada perempatan lampu merah. Masih lurus. Jalan yang satu ini namanya emang bikin bingung. Soalnya ada juga nama jalan yang hampir sama. Jalan Airlangga sama Jalan Erlangga. Kalo gak salah sih yang ini namanya Jalan Erlangga. Sampe nemu perempatan lagi, gak ada yang istimewa dari jalan ini. Paling-paling kantor Indosat yang mencolok. Udah nemu perempatan kan? Gedung yang di sana itu Kediri Mall. Dulu namanya Pasaraya Sri Ratu tapi sejak 2009 kemaren namanya diganti seiring mallnya diperluas.

tepat di depan mall ini ada Golden Swalayan. Golden juga bioskop dan restoran. Yah, walaupun filmnya lebih sering udah agak basi. Tapi ada juga yang baru. Mau lanjut atau mau istirahat dulu di Kediri Mall? Ok. kita ke dalem. Sekalian ngadem di tengah cuaca Kediri yang panas. Masuk yuk!

Bersambung...

Kediri??

Nggak bayak orang yang tahu Kediri itu di mana. Kecuali bagi penggemar sepak bola khususnya persepakbolaan Indonesia. Kenapa? Karena ada salah satu klub yang membawa nama Kediri. Persik. Ya, Persik. Kali ini aku bukan mau bahas tentang Persik, tapi aku mau bahas tentang Kota Kediri, one of my home town.

Aku jadi inget sesuatu. Suatu hari, kira-kira jam 11 siang 2-3 tahun yang lalu, aku nonton MTV Ampuh di salah satu stasiun televisi swasta. Yang bawa acara VJ D. Nah, setelah beberapa tangga lagu, ternyata ada segmen telepon-menelepon. Jadi :

VJ D : Nah,kayaknya udah ada yang nelepon. Halo?

Kediriwati : Halooohh!! (Gaul tapi medhok) Hikikikikikikkkk...!! (mengakak dan mengikik dengan gk jelas)

VJ D : (senyam senyum) dari siapa?

Kediriwati : Dari Kediriwati. (ckikikan lagi. Setelah aku perhatikan ternyata dibelakang si penelpon ada temen2nya yang juga ckikikan)

VJ D : (senyumya tambah lebar) Kediriwati di mana?

Kediriwati : Di Kediri (dan... ckikikan lagi. Aku nggak tau apa yag diketawain, padahal si VJ lagi gak nglucu.)

VJ D : Oooo, Kediri. Di Kediri ternyata UDAH ADA TELEPON ya? Hahaha (GUBRAKKK!!)

Kediriwati : (asoy-asoy aja dan tetap ketawa ketiwi)

dan selanjutnya....

Yah, begitulah nasib kota yang tidak begitu populer. Temen kakakku juga pernah nganggep Kediri itu isinya sawah-sawah doang. Sebegitu desakahnya kotaku tercinta ini? Fiuhhhh... Maka dari itu, sebagai penduduk yang budiman, aku harus memperkenalkan Kediri.

Oke. (Jeng jeng jeng..) Saya perkenalkannnnnn, KEDIRIIII!!!


(peta jawa timur)

Kediri adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang memiliki luas wilayah 63,40 Km2. Di tengah2 kota terdapat sungai Brantas yang membujur dari Selatan ke Utara sepanjang 7 Km. Kota kediri merupakan satu-satunya kota di Jawa Timur yang mempunyai 2 gunung yaitu : Gunung Klotok dan Gunung Maskumambang. Kediri identik dengan kota rokok kretek. Di kota inilah, pabrik rokok kretek PT Gudang Garam berdiri dan berkembang. Selain rokok, Kediri juga terkenal dengan Tahunya.


(ini gapura Kota Kediri dari arah rumahku. maklum,orang kabupaten.hehe)

Menurut sejarah, pada mulanya Kediri termasuk dalam Kerajaan Mataram (ada di pelajaran sejarah kan..). Pada periode Mataram Jawa Timur, Kerajaan Mataram dipecah menjadi dua agar tidak terjadi perebutan kekuasaan. Kedua kerajaan itu adalah Panjalu dan Jenggala. Panjalulah cikal bakal Kota Kediri.

Kediri pada masa Revolusi Kemerdekaan 1945-1949 pernah dilewati oleh Panglima Besar Jendral Sudirman. Maka dari itu pada bulan tertentu (aku lupa, hehe..) diadakan napak tilas jalur gerilya Pak Dirman dari Kediri ke Bajulan-daerah Gunung Wilis. Kediri pun mencatat sejarah yang kelam juga ketika era pemberontakan G-30 S, di mana banyak penduduk Kediri yang ikut menjadi korbannya.

Segini dulu ya. Dilanjutkan di post berikutnya.